"KEHADIRAN YESUS Seberapa banyak diantara saudara yang mengalami kelemahan, putus
asa, beban berat, dan letih jiwa? Adakah dari antara saudara yang hadir disini
ingin menikmati kehadiran-Nya? Maukah saudara membuka hati saudara saat firman
Tuhan diberitakan? Sesungguhnya Tuhan sedang menunggu saudara dalam kasih-Nya
dan Ia ingin memulihkan keadaan saudara dalam kehadiran-Nya. Amin? Karena Tuhan kita adalah Allah yang pengasih,
dan Ia ingin memulihkan keadaan kita sehingga kita berkenan kepada-Nya! Allah
kita besar Amin?
Kita yang hidup di dunia pasti pernah mengalami masalah,
menghadapi tantangan, dan ada kalanya kita menemui jalan buntu. Setuju? Tetapi
Tuhan mau kita membuka hati dan pikiran kita untuk mendengar sabda Tuhan dalam Injil Yohanes 5:1-9.
Yoh 5: 1
Sesudah itu ada hari raya orang Yahudi, dan Yesus berangkat ke Yerusalem. 2 Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada
sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya 3
dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang
buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air
kolam itu. 4 Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu
dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya
sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apapun juga penyakitnya. 5
Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit. 6
Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia
telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: "Maukah engkau
sembuh?" 7 Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "Tuhan, tidak
ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang,
dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului
aku." 8 Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah
tilammu dan berjalanlah." 9 Dan pada saat itu juga sembuhlah
orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan.
Haleluya! Setelah mendengar firman ini saudara mau dipulihkan?
Tuhan mau memberikan kelegaan kepada saudara, Amin? Oleh karena itu mari buka
hatimu…
Dalam cerita yang kita baca itu diceritakan tentang Tuhan kita
yang dahsyat. Tuhan Yesus ketika itu sedang berangkat ke Yerusalem (ayat 1) dan
disana dituliskan; “Sesudah itu ada hari raya orang
Yahudi.” Berarti
Yesus sedang pergi ke tempat dimana yang ada perayaan. Jika ada perayaan pasti
ada sukacita, setuju? Bagi kita yang hidup di Indonesia perayaan seperti itu
sudah lumrah kita temui. Misalnya;
saat Natal, Shin-Cia, Idul Fitri, Hari Kurban, dll. Dalam perayaan ada suatu
sukacita. Atau ada diantara saudara yang ketika hari raya tiba malah menangis
tersedu-sedu dengan sedihnya dan berkabung? Mungkin ada tetapi itu tidak biasa.
Nah, Yesus hadir di Yerusalem, Ia berangkat dari Galilea (ayat 54) untuk pergi
ke Yerusalem; tempat yang penuh dengan orang yang bersukacita karena hari itu
hari raya. Jarak terdekat antara Galilea dan Yerusalem adalah 278 Km. Coba
bayangkan saudara berjalan sedemikian jauh… pasti kaki saudara sudah bengkak
semua bagaikan terkena penyakit kaki gajah. Adakah dari saudara yang ingin kakinya
terkena penyakit kaki gajah? Jika ada yang mau, pasti dengan senang hati saya
doakan….
Kita kembali pada teks; tetapi Tuhan kita mau berjalan
sedemikian jauh demi berangkat ke Yerusalem. Namun apakah Yesus pergi ke
Yerusalem demi ikut bersenang-senang? Tidak! Yesus datang ke tempat orang yang
bersukacita, namun Ia memperhatikan orang-orang yang sengsara.
Mari kita lihat ayat 2-5. Di sana
terdapat keanehan; kalau tadi diceritakan tentang hari raya kenapa diceritakan
tempat orang sakit? Bukankah kalau ada perayaan itu harusnya diceritakan
bagaimana meriahnya, sukacitanya, semaraknya, dan megahnya? Tetapi dalam
konteks Injil Yohanes ini, sesungguhnya bermaksud untuk mencelikkan mata kita
bahwa di dunia terdapat orang yang senang dan susah. Kalau kita melihat film
atau sinetron produk Indonesia, maka disana sering terlihat bagaimana kehidupan
yang mewah, dan orang-orang kaya ditampilkan. Jarang ditampilkan bagaimana
kehidupan kemiskinan, orang-orang yang putus-asa, dan orang-orang yang tidak
punya apa-apa.
Ketika Tuhan Yesus tiba di
Yerusalem, Ia pergi ke sebuah kolam bernama ‘Betesda,’ tempat orang-orang
sengsara itu (ayat 6). Ini pelajaran untuk kita; Tuhan Yesus datang ke dunia bukan untuk bersenang-senang dalam kemewahan, tetapi memperhatikan orang-orang yang lemah. Dikala Yerusalem sedang
ramai dan bersukacita karena sedang ada hari raya, Yesus pergi ke Betesda,
tempat orang-orang sakit berkumpul. Betesda (Bhqzaqa.) berarti “Rumah
Kemurahan,” tetapi didalamnya berisi orang-orang sakit yang tersingkir dari
rasa sukacita. Disana terdapat cerita bahwa jika air di dalam kolam itu
berguncang, itu pertanda bahwa malaikat Tuhan turun, dan yang pertama memasuki
kolam itu akan sembuh dari penyakitnya. Karena itulah banyak orang sakit yang
menunggu terguncangnya air kolam itu (ayat 3-4). Ke tempat seperti itulah Yesus
pergi. Pernahkah saudara membayangkan TUHAN, Allah semesta alam mengunjungi
ciptaan-Nya yang paling lemah? Ya benar, TUHAN, Allah semesta alam
memperhatikan orang-orang yang terpinggir, TUHAN yang mengendalikan hidup
memperhatikan orang yang sedang sakit, putus-asa, dan berbeban berat. Itulah
Tuhan kita, Dia begitu mengasihi kita. percayalah, TUHAN kita memperhatikan
kita yang lemah! Amin! Oleh karena itu jangan takut ketika kita sedang sendiri,
mengalami jalan buntu, dan sengsara, TUHAN beserta kita, Ia memperhatikan kita.
Haleluya!
Ayat yang ke-5 dan 6 dikatakan bahwa; “Di situ ada seorang yang sudah tiga
puluh delapan tahun lamanya sakit. 6
Ketika Yesus melihat orang itu berbaring…” Yesus berhenti didekat seorang yang
berbaring di tepian kolam, namun harapannya sudah redup. Tiga puluh delapan
tahun orang sakit itu berada dalam keadaan lemah. Dapat kita perkirakan bahwa
orang itu lemah dalam syaraf motorik; lumpuh. Baginya kolam yang bernama “Rumah
Kemurahan” itu tidak lagi dapat diharapkan. Ketika ia mau turun ke kolam saat
airnya berguncang, orang lain sudah mendahuluinya. Selama tiga puluh delapan
tahun ia menderita sakit. Harapannya mulai redup dan menghilang. Semakin lama
semangat hidupnya pun turut terkikis. Apakah artinya hidup jika tidak ada
harapan dan semangat? Tetapi Yesus memberikan kehadiran-Nya kepada orang-orang
seperti ini. Tuhan Yesus hadir bagi
saudara yang mengalami kekalutan hidup. Dia mengasihi saudara
dan saya. Yesus hadir bagi kita. Percayalah!
Lalu Yesus berkata kepada orang
yang lumpuh itu; "Maukah engkau
sembuh?" (ayat 6b). Aneh sekali jika Yesus berkata kepada
seorang yang sudah lama sakit seperti itu tentang kemauannya untuk sembuh.
Banyak diantara kita pasti akan mengira; ya
pasti mau! Ketika Yesus berkata demikian, pasti orang sakit itu teringat
kembali akan harapan awalnya jika ia sembuh. Tetapi jawab orang itu pada ayat
yang ke-7: "Tuhan, tidak ada orang
yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan
sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku."
Harapannya pudar sudah. Sungguh menyedihkan. Ternyata ayat ke-7 menunjukkan
pula bahwa ia seorang diri tanpa sahabat yang dapat membantunya. Sudah lama ia
sakit, ketika harapan akan kesembuhan itu muncul kembali dilihatnya tiada orang
yang dapat membantunya sampai ke kolam.
Lagipula di Betesda tidak ada sistem antre.
Jika kolam berguncang, orang saling mendahului masuk ke kolam. Setiap orang
memikirkan kesembuhannya sendiri. Betapa malang orang yang lumpuh seperti orang
dihadapan Yesus. Dimana sahabatnya yang akan membantunya? Dimana orang yang
mengasihinya? Tidak ada, mereka telah meninggalkannya… Adakah diantara saudara
yang seperti orang lumpuh itu? Sudah menderita, masih ditinggalkan oleh sahabat
dan teman?... tetapi bagi orang yang seperti itu Yesus hadir dan bertanya; "Maukah engkau sembuh?" Dengan
pertanyaan ini, Yesus sesungguhnya mengingatkan orang itu kepada harapannya
yang mula-mula untuk menerima kesembuhan. Saudara, Yesus bertanya kepada kita;
dimana harapanmu? Maukah engkau disejahterakan? Dimana semangatmu yang
mula-mula?
Ketika Yesus bertanya seperti itu,
orang sakit itu sesungguhnya masih menaruh secercah harapan untuk sembuh. Benar
semangatnya sudah redup, tetapi dengan pertanyaan Yesus itu, hatinya mulai
disentuh dan pikirannya diputar sekali lagi untuk berharap. Pertanyaan itu sesungguhnya
merupakan pertanyaan yang tajam dan mengena di hati. Bagi Yesus secercah
harapan saja sudah cukup, dan setelah itu adalah bagian Tuhan; "Bangunlah, angkatlah tilammu dan
berjalanlah" (ayat 8). Lalu keajaiban terjadi, kesembuhan diterima
oleh orang itu. mula-mula ia mencoba berdiri, urat kakinya mulai kuat, dan ia
dapat berjalan! Ia sembuh! Puji Tuhan! Lalu diangkatlah tilamnya dan pergi dari
situ ke kota Yerusalem. Kini dengan kesembuhan yang diterimanya, ia dapat
melihat sukacita dalam perayaan hari besar itu, tetapi yang paling penting
bukanlah sukacita penduduk kota dan kemeriahannya, melainkan karunia kesembuhan
yang dialaminya setelah tiga puluh delapan tahun hidup dalam semangat yang
redup dan keadaan yang ditinggal oleh sahabat-sahabatnya. Inilah bukti bahwa kehadiran Yesus membawa pemulihan!
Itulah maksud Yesus. Semangat untuk
hidup dan harapan hati sangatlah penting. Jika saudara mempunyai beban hidup
yang membuat saudara putus-asa dan saudara merasa sendiri di dunia ini,
ingatlah; Yesus mempertanyakan semangat kita, pengharapan kita, iman kita yang
mula-mula! Dan ketika secercah harapan kita, kita nyatakan kepada Tuhan, Dia
akan memulihkan keadaan kita! Dia akan memberi sentausa pada jiwa kita. Dialah
Tuhan, Allah kita.
Kita yang hidup di dunia memang tidak luput dari segala
permasalahan hidup yang dapat membuat kita terdesak. Tetapi ingat; Tuhan
memperhatikan hati orang-orang yang sengsara! Tuhan juga hadir bagi saudara
yang mengalami kekalutan hidup! Dan Dia akan memulihkan kita. Kehadiran Yesus
membawa pemulihan bagi yang lemah!
Hari ini bukalah hatimu bagi Yesus,
pahamilah dan rasakanlah kehadirannya yang mengasihimu. Dia akan memulihkan
hatimu. Amin
