Rabu, 28 September 2011

Kehadiran Yesus Membawa Perubahan

"KEHADIRAN YESUS  MEMBAWA PEMULIHAN 
BAGI ORANG PERCAYA"  Yoh 5: 1-9
Seberapa banyak diantara saudara yang mengalami kelemahan, putus asa, beban berat, dan letih jiwa? Adakah dari antara saudara yang hadir disini ingin menikmati kehadiran-Nya? Maukah saudara membuka hati saudara saat firman Tuhan diberitakan? Sesungguhnya Tuhan sedang menunggu saudara dalam kasih-Nya dan Ia ingin memulihkan keadaan saudara dalam kehadiran-Nya. Amin?  Karena Tuhan kita adalah Allah yang pengasih, dan Ia ingin memulihkan keadaan kita sehingga kita berkenan kepada-Nya! Allah kita besar Amin?
Kita yang hidup di dunia pasti pernah mengalami masalah, menghadapi tantangan, dan ada kalanya kita menemui jalan buntu. Setuju? Tetapi Tuhan mau kita membuka hati dan pikiran kita untuk mendengar sabda Tuhan dalam Injil Yohanes 5:1-9.
Yoh 5:  1 Sesudah itu ada hari raya orang Yahudi, dan Yesus berangkat ke Yerusalem. 2  Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya 3 dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu. 4 Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apapun juga penyakitnya. 5 Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit. 6 Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: "Maukah engkau sembuh?" 7 Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku." 8 Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah." 9 Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan.
Haleluya! Setelah mendengar firman ini saudara mau dipulihkan? Tuhan mau memberikan kelegaan kepada saudara, Amin? Oleh karena itu mari buka hatimu…
Dalam cerita yang kita baca itu diceritakan tentang Tuhan kita yang dahsyat. Tuhan Yesus ketika itu sedang berangkat ke Yerusalem (ayat 1) dan disana dituliskan; Sesudah itu ada hari raya orang Yahudi.” Berarti Yesus sedang pergi ke tempat dimana yang ada perayaan. Jika ada perayaan pasti ada sukacita, setuju? Bagi kita yang hidup di Indonesia perayaan seperti itu sudah lumrah kita temui. Misalnya; saat Natal, Shin-Cia, Idul Fitri, Hari Kurban, dll. Dalam perayaan ada suatu sukacita. Atau ada diantara saudara yang ketika hari raya tiba malah menangis tersedu-sedu dengan sedihnya dan berkabung? Mungkin ada tetapi itu tidak biasa. Nah, Yesus hadir di Yerusalem, Ia berangkat dari Galilea (ayat 54) untuk pergi ke Yerusalem; tempat yang penuh dengan orang yang bersukacita karena hari itu hari raya. Jarak terdekat antara Galilea dan Yerusalem adalah 278 Km. Coba bayangkan saudara berjalan sedemikian jauh… pasti kaki saudara sudah bengkak semua bagaikan terkena penyakit kaki gajah. Adakah dari saudara yang ingin kakinya terkena penyakit kaki gajah? Jika ada yang mau, pasti dengan senang hati saya doakan….
Kita kembali pada teks; tetapi Tuhan kita mau berjalan sedemikian jauh demi berangkat ke Yerusalem. Namun apakah Yesus pergi ke Yerusalem demi ikut bersenang-senang? Tidak! Yesus datang ke tempat orang yang bersukacita, namun Ia memperhatikan orang-orang yang sengsara.
­Mari kita lihat ayat 2-5. Di sana terdapat keanehan; kalau tadi diceritakan tentang hari raya kenapa diceritakan tempat orang sakit? Bukankah kalau ada perayaan itu harusnya diceritakan bagaimana meriahnya, sukacitanya, semaraknya, dan megahnya? Tetapi dalam konteks Injil Yohanes ini, sesungguhnya bermaksud untuk mencelikkan mata kita bahwa di dunia terdapat orang yang senang dan susah. Kalau kita melihat film atau sinetron produk Indonesia, maka disana sering terlihat bagaimana kehidupan yang mewah, dan orang-orang kaya ditampilkan. Jarang ditampilkan bagaimana kehidupan kemiskinan, orang-orang yang putus-asa, dan orang-orang yang tidak punya apa-apa.
Ketika Tuhan Yesus tiba di Yerusalem, Ia pergi ke sebuah kolam bernama ‘Betesda,’ tempat orang-orang sengsara itu (ayat 6). Ini pelajaran untuk kita; Tuhan Yesus datang ke dunia bukan untuk bersenang-senang dalam kemewahan, tetapi memperhatikan orang-orang yang lemah. Dikala Yerusalem sedang ramai dan bersukacita karena sedang ada hari raya, Yesus pergi ke Betesda, tempat orang-orang sakit berkumpul. Betesda (Bhqzaqa.) berarti  “Rumah Kemurahan,” tetapi didalamnya berisi orang-orang sakit yang tersingkir dari rasa sukacita. Disana terdapat cerita bahwa jika air di dalam kolam itu berguncang, itu pertanda bahwa malaikat Tuhan turun, dan yang pertama memasuki kolam itu akan sembuh dari penyakitnya. Karena itulah banyak orang sakit yang menunggu terguncangnya air kolam itu (ayat 3-4). Ke tempat seperti itulah Yesus pergi. Pernahkah saudara membayangkan TUHAN, Allah semesta alam mengunjungi ciptaan-Nya yang paling lemah? Ya benar, TUHAN, Allah semesta alam memperhatikan orang-orang yang terpinggir, TUHAN yang mengendalikan hidup memperhatikan orang yang sedang sakit, putus-asa, dan berbeban berat. Itulah Tuhan kita, Dia begitu mengasihi kita. percayalah, TUHAN kita memperhatikan kita yang lemah! Amin! Oleh karena itu jangan takut ketika kita sedang sendiri, mengalami jalan buntu, dan sengsara, TUHAN beserta kita, Ia memperhatikan kita. Haleluya!
Ayat yang ke-5 dan 6 dikatakan bahwa; Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit. 6  Ketika Yesus melihat orang itu berbaring…” Yesus berhenti didekat seorang yang berbaring di tepian kolam, namun harapannya sudah redup. Tiga puluh delapan tahun orang sakit itu berada dalam keadaan lemah. Dapat kita perkirakan bahwa orang itu lemah dalam syaraf motorik; lumpuh. Baginya kolam yang bernama “Rumah Kemurahan” itu tidak lagi dapat diharapkan. Ketika ia mau turun ke kolam saat airnya berguncang, orang lain sudah mendahuluinya. Selama tiga puluh delapan tahun ia menderita sakit. Harapannya mulai redup dan menghilang. Semakin lama semangat hidupnya pun turut terkikis. Apakah artinya hidup jika tidak ada harapan dan semangat? Tetapi Yesus memberikan kehadiran-Nya kepada orang-orang seperti ini. Tuhan Yesus hadir bagi saudara yang mengalami kekalutan hidup. Dia mengasihi saudara dan saya. Yesus hadir bagi kita. Percayalah!
Lalu Yesus berkata kepada orang yang lumpuh itu; "Maukah engkau sembuh?" (ayat 6b). Aneh sekali jika Yesus berkata kepada seorang yang sudah lama sakit seperti itu tentang kemauannya untuk sembuh. Banyak diantara kita pasti akan mengira; ya pasti mau! Ketika Yesus berkata demikian, pasti orang sakit itu teringat kembali akan harapan awalnya jika ia sembuh. Tetapi jawab orang itu pada ayat yang ke-7: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku." Harapannya pudar sudah. Sungguh menyedihkan. Ternyata ayat ke-7 menunjukkan pula bahwa ia seorang diri tanpa sahabat yang dapat membantunya. Sudah lama ia sakit, ketika harapan akan kesembuhan itu muncul kembali dilihatnya tiada orang yang dapat membantunya sampai ke kolam.  Lagipula di Betesda tidak ada sistem antre. Jika kolam berguncang, orang saling mendahului masuk ke kolam. Setiap orang memikirkan kesembuhannya sendiri. Betapa malang orang yang lumpuh seperti orang dihadapan Yesus. Dimana sahabatnya yang akan membantunya? Dimana orang yang mengasihinya? Tidak ada, mereka telah meninggalkannya… Adakah diantara saudara yang seperti orang lumpuh itu? Sudah menderita, masih ditinggalkan oleh sahabat dan teman?... tetapi bagi orang yang seperti itu Yesus hadir dan bertanya; "Maukah engkau sembuh?" Dengan pertanyaan ini, Yesus sesungguhnya mengingatkan orang itu kepada harapannya yang mula-mula untuk menerima kesembuhan. Saudara, Yesus bertanya kepada kita; dimana harapanmu? Maukah engkau disejahterakan? Dimana semangatmu yang mula-mula?
Ketika Yesus bertanya seperti itu, orang sakit itu sesungguhnya masih menaruh secercah harapan untuk sembuh. Benar semangatnya sudah redup, tetapi dengan pertanyaan Yesus itu, hatinya mulai disentuh dan pikirannya diputar sekali lagi untuk berharap. Pertanyaan itu sesungguhnya merupakan pertanyaan yang tajam dan mengena di hati. Bagi Yesus secercah harapan saja sudah cukup, dan setelah itu adalah bagian Tuhan; "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah" (ayat 8). Lalu keajaiban terjadi, kesembuhan diterima oleh orang itu. mula-mula ia mencoba berdiri, urat kakinya mulai kuat, dan ia dapat berjalan! Ia sembuh! Puji Tuhan! Lalu diangkatlah tilamnya dan pergi dari situ ke kota Yerusalem. Kini dengan kesembuhan yang diterimanya, ia dapat melihat sukacita dalam perayaan hari besar itu, tetapi yang paling penting bukanlah sukacita penduduk kota dan kemeriahannya, melainkan karunia kesembuhan yang dialaminya setelah tiga puluh delapan tahun hidup dalam semangat yang redup dan keadaan yang ditinggal oleh sahabat-sahabatnya. Inilah bukti bahwa kehadiran Yesus membawa pemulihan!
Itulah maksud Yesus. Semangat untuk hidup dan harapan hati sangatlah penting. Jika saudara mempunyai beban hidup yang membuat saudara putus-asa dan saudara merasa sendiri di dunia ini, ingatlah; Yesus mempertanyakan semangat kita, pengharapan kita, iman kita yang mula-mula! Dan ketika secercah harapan kita, kita nyatakan kepada Tuhan, Dia akan memulihkan keadaan kita! Dia akan memberi sentausa pada jiwa kita. Dialah Tuhan, Allah kita.
Kita yang hidup di dunia memang tidak luput dari segala permasalahan hidup yang dapat membuat kita terdesak. Tetapi ingat; Tuhan memperhatikan hati orang-orang yang sengsara! Tuhan juga hadir bagi saudara yang mengalami kekalutan hidup! Dan Dia akan memulihkan kita. Kehadiran Yesus membawa pemulihan bagi yang lemah!
Hari ini bukalah hatimu bagi Yesus, pahamilah dan rasakanlah kehadirannya yang mengasihimu. Dia akan memulihkan hatimu. Amin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar