Matius 6:25-33
1. Manusia senantiasa khawatir
Fakta- fakta kehidupan di Indonesia, asia, Afrika dan diseluruh dunia:
- Sifat masyarakat dan dunia kita tidak stabil.
- Kekecewaan2 yang kita alami dari pihak yang sama sekali tidak diduga- dari teman2, relasi, dari pihak suami atau istri dan sebagainya.
- Tingkat pengangguran yang terus meningkat ditengah masyarakat kita.
- Meningkatnya biaya rumah tangga, dengan adanya penindasan oleh satu orang atas lain orang, perebutan kedudukan, nepotisme atau system family didalam jenjang lowongan pekerjaan; hal mana membuat orang miskin menjadi semakin miskin dan yang kaya semakin kaya. Akan tetapi setiap orang, yang kaya maupun yang miskin setiap hari membeli kebutuhan2 mereka sehari2 dari pasar atau toko yang sama dengan harga yang sama pula.
2. Mereka mencari Pertolongan di tempat yang salah
Keadaan inilah justru telah menimbulkan kekhawatiran sehingga membuat orang mencari pertolongan “disesuatu tempat”—biasanya ditempat yang tidak tepat atau salah.
- Ditempat perjudian—disebuah desa masyarakatnya menjudikan uang mereka dengan bermain lotere dalam bentuk judi lainnya, akibat mereka kehilangan hartanya: sogokan, kedua2nya member dan menerima pemalsuan pembukuan. Ketidak setiaan terhadap suami maupun istri serta pengabaian terhadap anak2 dadalm uapaya untuk memperoleh sesuatunya dengan cara tidak halal untuk memenuhi segala kebutuhan rumah tangga.
- Menggantungkan diri pada orang yang mempunyai kekuatan supernatural, hanya untuk memperoleh uang untuk kehidupan sehari2:
· Pada kaum pelipatganda uang—disebuah desa masyarakatnya memberi semua uang mereka untuk dilipatgandakan, tetapi ternyata si tukang sulap melarikan diri dengan semua harta itu.
· Pada tokoh2 rohani—yang secara tidak langsung menarik uang ari mereka melalui penjualan benda2 seperti lilin, sapu tangan dandisertai dengan permintaan sumbangan yang dapat mendatangkan berkah kelimpahan Allah.
· Dukun2 yang mengaku dapat berhubungan dengan orang mati.
· Penjaja jimat2 yang percaya pada tuyul, atau menjadikan anak mereka menjadi tumbal keuntungan. Alkitab banyak menyatakan tentang pencarian yang berlandaskan rasa kekhawatiran dan bersandar akan uang (I Tim 6:6-10; Ams 13:11; Ayub 31:24). Dan alkitab mengatakan tentang mereka yang mengabaikan Allah dan mempercayai atau mengandalkan makhluk halus, untuk mencukupkan kebutuhan mereka.
Yeremia 17:5-6.
· Kualifikasi akademis: mereka menyangka kelak setelah mereka mencapai gelar akademisnya, maka mereka akan dapat hidup tanpa Allah.
3. Mengapa kita Harus Percaya kepada Allah?
- Karena siapa Dia.
Dialah sang Khalik, pencipta segala sesuatu (Kej 1, Ibr 11:3). Jika Ia dapat menciptakan apa yang dapat kita lihat dari yang tak Nampak, maka kita dapat percaya bahwa Dia mengetahui akan segala kebutuhan kita, dan Ia akan memberikan segala sesuatu yang kita butuhkan tepat pada saat kita akan memerlukannya, dan ditempat yang tepat pula.
- Karena Kodrat-Nya.
Dia mengetahui segala sesuatu “Bapa yang disurga Mengetahui” (Mat 6:32b, Ibr 4:13—kemahatahuan-Nya). Dia selalu hadir dimana2, selalu siap sedia, dimana pun kita berada, untuk memenuhi kebutuhan2 kita (Kemahahadiran-Nya).
Dia dapat melakukan segala sesuatu (Maz 24:1,2). Sumber2-Nya tak terbatas dan tidak berkurang2 walaupun Dia sudah berikan begitu banyak (Kemahakuasaan-Nya).
Kesimpulan
Mengagantungkan diri kepada Allah sungguh bisa dipercaya (Yer 17:7,8). Jangan membayangkan bahwa semua orang yang diuraikan didalam Ibrani 11 adalah orang2 luar biasa. Tidak!
Mereka adalah manusia biasa saja. Tetapi saksikanlah apa yang mereka alami dengan bersandar kepada Allah—mempercayai Dia dan mematuhi-Nya. Saat ini Allah menghendaki agar anda mempercayai-Nya.
Berbahagialah orang yang belum melihat, tetapi percaya pada sabda-Nya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar