BELAJAR MENCUKUPKAN DIRI DALAM SETIAP KEADAAN
Filipi 4:11 Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan.
dalam perikop ini menceritakan atau kesaksian rasul Paulus ketika ia masih dalam penjara oleh karena injil. Disni Paulus mengutarakan bahwa intinya adalah supaya kita belajar dari dia yang selalu mencukupkan diri dalam setiap keadaan dan selalu mengucap syukur dalam diri kita baik dalam kelimpahan mau pun dalam kekurangan. rasul Paulus meninggalkan dan menganggap smuanya (harta kekayaan) sebagai sampah ketika ia mengenal Tuhan Yesus sebagai Tuhan Juruslamat dalam dirinya oleh karena ia tahu bahwa semua harta duniawi itu adalah sesuatu yang fana, sesuatu yang sementara artinya sia-sia belaka. Oleh sebab itu, ketika ia mengenal sudah percaya kepada Tuhan Yesus, ia menyerahkan hidupnya sepenuhnya hanya untuk kemuliaan bagi nama Tuhan.
Rasul Paulus tidak lagi di ikat oleh hal-hal duniawi ketika ia mengenal Tuhan, tidak lagi menghambakan hidupnya pada perkara-perkara dunia. Kalau kita melihat dimana ketika ia belum percaya kepada Tuhan, ia anti dengan kekristenan dan ia memiliki pengaruh yang sangat luar biasa, bahkan terpandang dan sangat di hargai. Ia di sanjung-sanjung oleh karena kehebatannya yang luar biasanya dalam memusnahkan orang-orang kristen pada waktu itu, tapi ketika ia sadar bahwa apa yang ia lakukan itu tidak benar, ia berbalik kepada Tuhan, melayani dan memiliki komitmen yang luar biasa lih Filipi 1:21.
Rasul Paulus melayani Tuhan dengan semangat yang luar biasa dan itu bukan sekedar panas-panas tai ayam atau sekedar ingin menonjolkan diri dengan kata lain mau di puji-puji seperti ketika ia masih belum mengenal Tuhan tetapi ia benar-benar melakukan kebenaran firman Tuhan dan mencari jiwa untuk kemuliaan Tuhan semata-mata.
Apa yang membuat rasul Paulus tetap bertahan dalam setiap keadaan?
1. Mengandalkan Tuhan dan memiliki hubungan yang erat dengan Tuhan (contoh kita komunikasi dengan sesama melalui HP dll, kita butuh pengorbanan = uang, pulsa, bahkan waktu dan tenaga) – dengan Tuhan kita berarti harus melebihi dari semuanya itu.
2. Fokus pada Komitmen
3. Tidak lari dari panggilan, apapun tantangan yang di hadapinya (kematian sekalipun)
Jika kita mengandalkan Tuhan dalam hidup ini, apapun yang kitakita tidak akan mudah goyah, karena ada kekuatan ilahi dari Allah ada dalam hidup kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar