Minggu, 18 September 2011

Kunci Hidup yang dipulihkan adalah
Menjadikan Kristus Tujuan Hidup kita

Pendahuluan:
Defenisi kata “Tujuan”: arah, jurusan, yang dituju, maksud, tuntutan.
Setiap manusia mempunyai tujuan hidup, namun masing-masing memiliki tujuan yang
berbeda. Tujuan hidup orang Kristen adalah menjadi serupa dengan Kristus (Mat 10:25a). proses ini butuh waktu dan baru selesai kalau kita udah mati. maka nya kita perlu menggenapi tujuan hidup ini sampai akhir hidup kita.
Salomo: setelah berbicara mengenai kesia-siaan hidup ketika hidup dihidupi dengan cara seolah-olah apa yang ada hanyalah dunia dan segala yang ditawarkannya Salomo menyimpulkan dalam kitab Pengkhotbah: “Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang. Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat.” (Pengkhotbah 12:13-14).
Daud: Berbeda dengan orang-orang yang bagiannya adalah dalam hidup sekarang ini, Daud mencari kepuasan dalam masa yang akan datang. Dia berkata, “Tetapi aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu.” (Mazmur 17:15) Bagi Daud, kepuasannya yang sempurna akan datang pada hari ketika dia bangkit (dalam hidup yang akan datang) baik dalam memandang kepada Tuhan (bersekutu dengan Dia) dan menjadi sama dengan Dia (1 Yohanes 3:2).
Asaf : Maz 37:25 Asaf mengatakan apa yang berarti baginya, “Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi.” Bagi Dia, hubungan dengan Allah adalah yang paling berarti dalam hidup ini.
Paulus: Rasul Paulus berbicara mengenai segala yang dia raih sebelum dipertemukan dengan Yesus yang bangkit dan bagaimana segala yang dulunya dia miliki atau berhasil raih (khususnya secara religi) sekarang bagaikan sampah saat dibandingkan dengan berharganya pengenalan akan Kristus Yesus. Dalam Filipi 3:9-10 dia mengatakan bahwa apa yang dia inginkan adalah “Berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan.

Kesimpulan
Tujuan dari hidup kita orang percaya bukanlah mengarah kepada hal-hal yang berhasil secara duniawi tetapi mengarahkan kepada tujuan hidup yang Kekal didalam Kristus. Kita hidup di dalam Kristus, maka kita harus memikirkan hal-hal yang rohani, dan membiarkan Kristus yang menuntun kita. Kol. 3:14. Kita harus menilai, mempertimbangkan, memikirkan segala sesuatu dan menetapkan tujuan dari sudut pandang kekekalan atau sorgawi.

Ciri-ciri dari kehidupan orang yang menjadikan Kristus sebagai Tujuan utama dalam dirinya adalah :
  1. Tinggal didalam Dia
Tinggal didalam Dia artinya hidup didalam Dia dan berpusat pada Dia. Untuk tinggal di dalam Yesus adalah memiliki Firman-Nya tinggal di dalam kamu dan mengendalikan hidup Anda sehingga Anda hidup seperti Yesus (15:7). Apapun yang kita kerjakan dan yang ada dalam diri kita(pergumulan dan setiap masalah baik dalam hal pekerjaan, pendidikan dan keuangan dll), semuanya kita relakan untuk diatur dan dikendalikan oleh Tuhan Yesus Kristus sendiri tanpa ada pihak lainnya (ritual dan penyembahan kepada roh-roh jahat,dll).
Rasul Paulus mengingatkan bahwa dalam kehidupan jemaat, ada orang yang sudah menerima ajaran Kristus, tetapi masih hidup menurut keinginannya sendiri dengan menambahkan banyak tradisi yang salah dan tidak perlu (Kol 2:16-17). Rasul Paulus menekankan bahwa hidup dalam Kristus membuat kita dimampukan untuk hidup kudus, benar, dan tidak bercela, karena seluruh kepenuhan ke-Allah-an berdiam secara jasmaniah di dalam Kristus (2:9-10). Rasul Paulus menjelaskan dengan gambaran bahwa suatu pohon dapat bertumbuh dan berbuah dengan baik, hanya jika ia memiliki dasar akar yang kokoh (2:7). Dari kolose ini juga mencerminkan orang hidup didalam Dia akan melimpah dengan syukur dan penuh dengan kekuatan dan ini menggambarkan jemaat yang dewasa dalam imannya pada Yesus.
Kunci pertumbuhan adalah hidup dalam Kristus. Kristus bukan hanya dasar, tetapi sekaligus bangunan dan isi hidup kita. Marilah kita menyerahkan seluruh tubuh dan pikiran kita kepada keinginan Roh Kudus, sehingga perubahan hidup terjadi bukan sebagai hasil pemaksaan, melainkan karena karakter kita dibentuk oleh Roh Kudus.
Saudara mau bertumbuh?
"Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.

  1. Membersihkan Diri, Membiarkan diri untuk dipangkas oleh Kristus.
 Hidup orang kristen tidak cuma untuk lahir, menuntut ilmu, berkeluarga, hidup sukses, dan akhirnya meninggal masuk surga. Semua orang di dunia ini juga maunya kaya dan itu Udah basi. Kalau kita mau jadi kristen yang berbeda, kita harus mengerti dengan benar apa yang Tuhan mau, jadi kita punya tekad yang kuat menghadapi tekanan. Jangan jadi orang yang mudah terbawa arus (mengambil prinsip hidup hanya mengalir) karena hal kaya gini bisa bikin kita di tengah jalan kehilangan arah dan tujuan hidup. Pandang apa yang Tuhan mau kita lakukan di depan, dan hidupi dengan iman, supaya kita tidak gampang goyah.
Penderitaan, kesakitan, masalah, tantangan dan rintangan dan kita dibiarkan seolah-olah berjalan dipadang gurun yang tandus yang tiada berair dan semua ini adalah untuk membentuk kita karakter kita yang semakin memiliki karakter serupa seperti Kristus.
Contoh : Rasul Paulus, diperhadapkan dengan suatu masalah, tantangan dan rintangan dalam mengikuti dan dalam ia melayani Tuhan, namun semuanya itu tidak membuat imannya kendor dan tidak menghalanginya dalam mengikuti dan dalam ia memberitakan injil.
2 Kor 8:1-5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar